Pentingnya Masyarakat Mengenal Tentang Hukum dan Kinerja Polisi

Adaberita.co l Muba – 4 Desa di Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin lakukan pelatihan Bimbingan Mental Keagamaan dan Hukum yang digelar di ruang kelas UPT SMK 8 Muba, Rabu (07/07/2021).

Acara tersebut dihadiri oleh 4 narasumber diantaranya, Kepolisan dari Polres Muba diwakili oleh Kanit Tipikor Ipda Jon Kenedi, Kejaksaan Negeri Sekayu yang diwakili oleh Kasi Intel Abu Nawas SH, Inspektorat yang diwakili oleh Heri Hermansyah, dan Baznas Sekayu Thamrin. 4 Desa yang mengikuti pelatihan tersebut diantaranya, Desa Teluk Kijing III, Desa Purwosari, Desa Lais, dan Desa Lais Utara. Acara yang menggunakan anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2021 tersebut diikuti oleh setiap desa sebanyak 25 orang yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, kaum difabel, kepala dusun.

Kapolres Muba AKBL Erlin Tangjaya SH SIK melalui Kanit Tipikor Ipda Jon Kenedi dalam paparannya mengatakan, bahwa masyarakat sangat penting untuk mengenal hukum dan sistem kerja kepolisian agar nantinya masyarakat dapat memahami lebih dalam tata cara kerja polisi.

“Kita memperkenalkan seluruh satuan tugas kepolisian, mulai dari polisi lalu lintas, reserse, reserse narkoba, dan intelkam. Disini kita juga memperkenalkan tata cara atau sistem kerja kepolisian agar nantinya masyarakat lebih memahami tugas pokok kepolisian,” ujar pria yang akrab di sapa Jon ini.

Selain itu, kata dia, Indonesia merupakan negara hukum yang di dalamnya diatur melalui perundang-undangan yang telah di buat oleh pemerintah. Maka itu, jangan coba-coba sesekali untuk melakukan perbuatan yang melawan hukum.

“Seperti kita ketahui bahwa jika kita melanggar hukum, maka akan ada proses hukum yang nantinya akan naik ke meja hijau,” katanya.

“Mari kita bersama-sama untuk belajar mengenal hukum agar nantinya kita ke depan dapat terbebas dari hukum. Otomatis dong jika kita sudah mengenal hukum kita takut untuk melakukan percobaan yang melawan hukum, karena ada ancaman hukuman penjara yang menanti,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Teluk Kijing III Johannes Butarbutar mengatakan, bahwa pihaknya dari pemerintah desa akan selalu mendukung penuh masyarakat untuk bersama-sama mengenal hukum.

“Masyarakat harus memahami lebih dalam apa hukum itu dan seperti apa hukum itu agar nantinya dapat mengurangi angka kriminalitas,” ungkapnya.

“Saya berharap kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Desa Teluk Kijing III untuk bersama-sama memberikan rasa aman, nyaman dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.

Pentingnya Masyarakat Mengenal Tentang Hukum dan Kinerja Polisi

Adaberita.co l Muba – 4 Desa di Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin lakukan pelatihan Bimbingan Mental Keagamaan dan Hukum yang digelar di ruang kelas UPT SMK 8 Muba, Rabu (07/07/2021).

Acara tersebut dihadiri oleh 4 narasumber diantaranya, Kepolisan dari Polres Muba diwakili oleh Kanit Tipikor Ipda Jon Kenedi, Kejaksaan Negeri Sekayu yang diwakili oleh Kasi Intel Abu Nawas SH, Inspektorat yang diwakili oleh Heri Hermansyah, dan ketua MUI Muba Thamrin. 4 Desa yang mengikuti pelatihan tersebut diantaranya, Desa Teluk Kijing III, Desa Purwosari, Desa Lais, dan Desa Lais Utara. Acara yang menggunakan anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2021 tersebut diikuti oleh setiap desa sebanyak 25 orang yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, kaum difabel, kepala dusun.

Kapolres Muba AKBL Erlin Tangjaya SH SIK melalui Kanit Tipikor Ipda Jon Kenedi dalam paparannya mengatakan, bahwa masyarakat sangat penting untuk mengenal hukum dan sistem kerja kepolisian agar nantinya masyarakat dapat memahami lebih dalam tata cara kerja polisi.

“Kita memperkenalkan seluruh satuan tugas kepolisian, mulai dari polisi lalu lintas, reserse, reserse narkoba, dan intelkam. Disini kita juga memperkenalkan tata cara atau sistem kerja kepolisian agar nantinya masyarakat lebih memahami tugas pokok kepolisian,” ujar pria yang akrab di sapa Jon ini.

Selain itu, kata dia, Indonesia merupakan negara hukum yang di dalamnya diatur melalui perundang-undangan yang telah di buat oleh pemerintah. Maka itu, jangan coba-coba sesekali untuk melakukan perbuatan yang melawan hukum.

“Seperti kita ketahui bahwa jika kita melanggar hukum, maka akan ada proses hukum yang nantinya akan naik ke meja hijau,” katanya.

“Mari kita bersama-sama untuk belajar mengenal hukum agar nantinya kita ke depan dapat terbebas dari hukum. Otomatis dong jika kita sudah mengenal hukum kita takut untuk melakukan percobaan yang melawan hukum, karena ada ancaman hukuman penjara yang menanti,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Teluk Kijing III Johannes Butarbutar mengatakan, bahwa pihaknya dari pemerintah desa akan selalu mendukung penuh masyarakat untuk bersama-sama mengenal hukum.

“Masyarakat harus memahami lebih dalam apa hukum itu dan seperti apa hukum itu agar nantinya dapat mengurangi angka kriminalitas,” ungkapnya.

“Saya berharap kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Desa Teluk Kijing III untuk bersama-sama memberikan rasa aman, nyaman dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya. (Ev)

Pentingnya Masyarakat Mengenal Tentang Hukum dan Kinerja Polisi

Adaberita.co l Muba – 4 Desa di Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin lakukan pelatihan Bimbingan Mental Keagamaan dan Hukum yang digelar di ruang kelas UPT SMK 8 Muba, Rabu (07/07/2021).

Acara tersebut dihadiri oleh 4 narasumber diantaranya, Kepolisan dari Polres Muba diwakili oleh Kanit Tipikor Ipda Jon Kenedi, Kejaksaan Negeri Sekayu yang diwakili oleh Kasi Intel Abu Nawas SH, Inspektorat yang diwakili oleh Heri Hermansyah, dan ketua MUI Muba Thamrin. 4 Desa yang mengikuti pelatihan tersebut diantaranya, Desa Teluk Kijing III, Desa Purwosari, Desa Lais, dan Desa Lais Utara. Acara yang menggunakan anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2021 tersebut diikuti oleh setiap desa sebanyak 25 orang yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, kaum difabel, kepala dusun.

Kapolres Muba AKBL Erlin Tangjaya SH SIK melalui Kanit Tipikor Ipda Jon Kenedi dalam paparannya mengatakan, bahwa masyarakat sangat penting untuk mengenal hukum dan sistem kerja kepolisian agar nantinya masyarakat dapat memahami lebih dalam tata cara kerja polisi.

“Kita memperkenalkan seluruh satuan tugas kepolisian, mulai dari polisi lalu lintas, reserse, reserse narkoba, dan intelkam. Disini kita juga memperkenalkan tata cara atau sistem kerja kepolisian agar nantinya masyarakat lebih memahami tugas pokok kepolisian,” ujar pria yang akrab di sapa Jon ini.

Selain itu, kata dia, Indonesia merupakan negara hukum yang di dalamnya diatur melalui perundang-undangan yang telah di buat oleh pemerintah. Maka itu, jangan coba-coba sesekali untuk melakukan perbuatan yang melawan hukum.

“Seperti kita ketahui bahwa jika kita melanggar hukum, maka akan ada proses hukum yang nantinya akan naik ke meja hijau,” katanya.

“Mari kita bersama-sama untuk belajar mengenal hukum agar nantinya kita ke depan dapat terbebas dari hukum. Otomatis dong jika kita sudah mengenal hukum kita takut untuk melakukan percobaan yang melawan hukum, karena ada ancaman hukuman penjara yang menanti,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Teluk Kijing III Johannes Butarbutar mengatakan, bahwa pihaknya dari pemerintah desa akan selalu mendukung penuh masyarakat untuk bersama-sama mengenal hukum.

“Masyarakat harus memahami lebih dalam apa hukum itu dan seperti apa hukum itu agar nantinya dapat mengurangi angka kriminalitas,” ungkapnya.

“Saya berharap kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Desa Teluk Kijing III untuk bersama-sama memberikan rasa aman, nyaman dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.(Ev)

Red/DM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *