Dinas Perkebunan Muba Gelar SLPHT Untuk Poktan, UPPB dan Penyuluh Lapangan

Adaberita.co l Muba Meningkatkan pengetahuan petani dalam melaksanakan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), yang dapat menyebabkan keseimbangan ekosistem di dalam kebun. Dinas Perkebunan Musi Banyuasin (Muba), melaksanakan Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) .

 

Plt Kepala Dinas Perkebunan Muba Akhmad Toyibir SSTP MM mengatakan pelaksanaan SLPHT menitikberatkan bagaimana mengendalikan OPT tersebut. Kegiatan SLPHT ini dikuti oleh 35 orang yang berasal dari beberapa kelompok tani, UPPB, dan penyuluh lapangan.

 

“SLPHT ini, dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan tambahan bagi petani,” terangnya Selasa (29/6) saat dihubungi. Dia mengungkapkan, pelaksanaan SLPHT dipimpin oleh dua pemandu lapang yg bertugas untuk membimbing peserta.

Diawali dengan pengenalan OPT, ciri-ciri, sifat, jenis makanan dan kerugian yg ditimbulkan secara ekonomi akibat dari OPT yang tidak dikendalikan dengan baik.

 

“Kegiatan SLPHT ini dilakukan secara bertahap, peserta diminta memahami dengan menjawab pertanyaann mengenai OPT,” bebernya.

 

Diharapkan dengan adanya SLPHT dapat membentuk kelompok dan atau perorangan yg di kemudian hari dapat membimbing petani lain utk mengendalikan OPT. Selain itu, misi utama SLPHT yaitu mengetahui perkembangan dan kemajuan kelompok serta dapat mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang dikerjakan oleh masing-masing peserta, meningkatkan kreativitas dan keterampilan bagi petani dengan melakukan berbagai praktik/study.

 

“Sasaran yang hendak dicapai adalah terbentuknya Kelompok Tani Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang mandiri dan kokoh serta mempunyai kesadaran yang tinggi dan mementingkan kepentingan bersama, perbaikan dan perlindungan lingkungan dari pencemaran bahan-bahan kimia beracun melalui teknologi PHT khususnya dalam pengendalian OPT pada tanaman perkebunan serta mengembangkan percobaan yang telah dibuat sebelumnya sehingga dapat berkembang dengan baik,” tutupnya.

 

Sementara itu Kepala Bidang Produksi Driyanto, S.P., M.Si mengatakan tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut, untuk mengembangkan kemampuan SDM dalam menerapkan prinsip pengendalian hama terpadu, mengembangkan keterampilan petani untuk merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan yang berkaitan dengan budidaya tanaman serta mengembangkan kemampuan dan menumbuhkan motivasi petani untuk menjadi petani mandiri yang mampu menganalisa, mendiskusikan, memutuskan hal yang harus di tindak lanjuti sehingga menjadi manager dikebunnya sendiri.

 

“Pelaksanaan SL-PHT ini sasarannya adalah peningkatan kuantitas dan kualitas kopi rakyat dan menumbuhkan tingkat kesadaran petani akan pentingnya kerja sama dan komunikasi dalam pengendalian OPT,” bebernya.

 

Red/Ev

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *