kepala dinas pendidikan Aceh Timur Membantah terkait bugem oknum pegawai /Staf di dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh Timur

AdaBerita I Aceh Timur, Terkait insiden pemukulan yang di beritakan di salah satu media online kepada pegawai / staf Yang di lakukan oleh kepala dinas pendidikan kabupaten Aceh timur, Saiful Basri selaku

 kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh timur membantah bahwa dirinya membugem pegawai/staf di dinas pendidikan Aceh Timur, karena kalau saya bugem pasti yang pertama ada saksi yang melihat secara langsung karena waktu saya tegur ada saksi di samping si M yaitu staf saya juga.

Saiful Basri selaku kepala dinas pendidikan Aceh Timur dalam jumpa pers’y sekali lagi mengatakan saya hanya menegur pegawai /staf saya tentang Absensi karena pegawai saya terlambat masuk kerja yaitu jam 09.30, karena pegawai negeri sipil masuk kantor tepat nya jam 7.45 tapi pegawai saya yang berinisial M masuk kantor jam 9.30 jadi saya wajar sebagai kepala dinas menegurnya,yaitu dengan perkataan

  kenapa kamu masuk telat pada jam 9.30,lalu pegawai dan staf yang berinisial M juga rangkap jabatan sebagai media di dinas pendidikan Aceh Timur tidak terima di tegur di depan kantor oleh Saiful Basri selaku kepala dinas pendidikan Aceh Timur, lalu terjadi miskomunikasi antara kepala dinas pendidikan Aceh Timur dan pegawai saya, seharusnya pegawai/staf biasa yang bernama M jangan membantah apa yang di sarankan oleh atasan /kepala dinas karena pegawai yang berinisial m adalah staf saya, apa saya salah tegur pegawai saya ungkap Saiful Basri.

Tambah Saiful Basri menugur pegawai nya tentang absen itu adalah hal biasa terhadap atasan dan bawahan tapi kenapa si M melawan saya saat saya tegur tentang absensi padahal itu hak saya menegur pegawai yang bekerja di bawah dinas pendidikan Aceh Timur.

Lalu si M memaki saya dan saya lempar pakai kunci mobil namun tidak mengenai si M.hal itu saya lakukan karena saya terkejut melihat pegawai/staf saya memaki saya di depan umum, karena itu tidak sopan.

 Saiful selaku kepala dinas pendidikan Aceh Timur juga mengatakan bahwa Pegawai/staf dinas pendidikan Aceh Timur yang berinisial M dan juga rangkap jabatan selama 6 bulan terakhir memang sering melalaikan tugasnya, apa lagi saat ini sudah berlaku e_kinerja.

 

Si M datang pagi lalu absen terus keluar entah kemana lalu sorenya dia kembali untuk absen lg” ungkap Saiful Basri. 

Saiful juga mengatakan bahwa si M pegawai/staf saya memang sudah beberapa kali kita panggil secara lisan untuk evaluasi kinerjanya namun sampai sekarang si m tidak mau ketemu sama saya.

Sekali lagi saya terangkan “saya hanya menegur dan tidak ada pemukulan terhadap pegawai/staf tersebut dan sudah berapa kali kita tegur secara lisan dan sehingga saya minta kepada kasubag umum untuk menyampaikan pesan secara lisan kepada pegawai/staf yang berinisial M yang juga rangkap jabatan untuk menghadap saya sebagai kepala dinas pendidikan tempat si m bekerja, namun tidak di hirau kan oleh si M., walaupun si M sudah melaporkan kepada pihak berwajib perihal permasalahan ini itu hak dia.pungkas Saiful Basri sebagai kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh Timur.

Sementara saksi yang melihat kejadian di depan mata yang juga pegawai/staf pada dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh Timur berinisial (SL) saat di konfirmasi media ini mengatakan bahwa ia tidak melihat adanya pemukulan, dan saya lihat si M dan kepala dinas Saiful Basri terjadi miskomunikasi dengan si M.

 

SL saksi mata juga mengatakan saat kejadian itu saya bersama pegawai/staf di dinas pendidikan tersebut sedang berdialog di ruang lingkup dinas pendidikan dan saat itu tiba-tiba Saiful selaku kepala dinas pendidikan dan kebudayaan menegur pegawai/staf berinisial M tersebut.

Sementara itu pegawai staf di dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh Timur yang berinisial M yang juga merangkap jabatan sebagai wartawan, selasa (15/06/2021), resmi melaporkan perbuatan di duga penganiayaan dan pengancaman tersebut ke Polres Aceh Timur di unit SPK dengan nomor : STTLP/84/VI/2021/SPKT/Polres Aceh Timur/Polda Aceh.

Seharusnya masalah kantor atasan dan bawahan soal kinerja kembali ke BKPSDM karena si m adalah staf dan Saiful Basri adalah pimpinan jadi urusan kerja kembali ke BKPSDM, kecuali memang ada terjadi kasus pemukulan di hadiri oleh saksi.

Red/DM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *