Polisi Ringkus 115 Preman Pelaku Pungli Driver Kontainer Pelabuhan Tanjung Priok

AdaBerita.co I JAKARTA – Polisi menggulung 115 orang pelaku pungutan liar (pungli) terhadap para sopir truk kontainer di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Mereka yang ditangkap itu merupakan karyawan PT hingga preman yang biasa menjalankan aksi pungli di kawasan industri tersebut.

“Dari Polres Metro Jakarta Utara mengamankan 115 orang dari dua TKP. Kemudian Polsek Cilincing dan Tanjung Priok mengamankan enam dan delapan orang. Juga Polres Metro Tanjung Priok atau KP3 mengamankan tujuh orang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Jumat (11/6/2021).

Para pelaku ditangkap setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan keluhan dari para sopir kontainer yang resah terhadap aksi pungli tersebut. Setelah mendengar keluhan itu, Presiden Jokowi kemudian menghubungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk memberantas kejahatan tersebut.

“Kemarin kita ketahui ada kegiatan tatap muka Bapak Presiden dengan sopir truk kontainer di pelabuhan. Ada keluhan dari sopir kontainer tentang adanya pungli dilakukan karyawan dan preman hingga menghambat perekonomian,” kata Yusri.

Yusri menjelaskan, para pelaku yang ditangkap melakukan pungli kepada para sopir di lokasi yang berbeda-beda, mulai dari jalan raya hingga mengarah masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Para pelaku telah memiliki pos masing-masing untuk mengambil uang dari para sopir truk tersebut dengan besaran yang berbeda-beda atau bervariasi.

“Ini yang dilakukan pelaku pungli (meminta) uangnya mulai dari Rp 2.000, Rp 5.000, sampai Rp 20.000. Jadi masuk per pos-pos,” ucap Yusri.

Presiden Jokowi menginstruksikan ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas kriminalitas yang kerap terjadi di Kawasan Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Instruksi itu, Presiden Jokowi sampaikan ketika berdialog dengan para pengemudi truk kontainer di Terminal Tanjung Priok, Kamis (10/6/2021).

Mulanya Jokowi bertanya kepada mereka tentang persoalan-persoalan yang ada di Kawasan Terminal.

Sebab, ia mendapat informasi adanya aksi pungli dan persoalan lainnya di kawasan tersebut.

“Saya mendapatkan keluhan yang saya lihat dari media sosial, terutama driver banyak yang mengeluh karena urusan bongkar muat, benar enggak? Tolong nanti diceritakan problemnya apa, sehingga kita bisa memberikan jalan keluar,” kata Presiden Jokowi dipantau melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

“Jangan sampai ada yang mengeluh karena banyaknya pungutan, itu yang mau saya kejar kalau ada,” tuturnya.

Para pengemudi lantas mengeluhkan soal banyaknya aksi kriminal yang menimpa mereka di Kawasan Terminal Pelabuhan. Aksi kriminal itu berupa penodongan hingga pembegalan.

Salah satu pengemudi truk kontainer bernama Agung bercerita bahwa pada saat New Priok Container Terminal One (NPCT 1) dibangun beberapa waktu lalu, ia dan rekan-rekannya kerap menjadi korban begal.

Kala itu kondisi sekitar lokasi pembangunan sering macet, tiba-tiba oknum tak dikenal melompat ke truk, menodong pengemudi dengan senjata tajam, lantas mengambil barang yang menempel di kendaraan seperti ban, aki, dan lainnya.

“Kadang juga handphone. Kalau dia berani masuk ke mobil, itu (pengemudi) ditodong kemudian diminta barang-barang kita, handphone, dompet, segala macam uang jalan habis,” kata Agung.

Ketika kejadian itu berlangsung, lanjut Agung, sebenarnya kondisi jalan ramai oleh truk-truk yang juga terjebak macet.

Namun demikian, para pengemudi lainnya tak ada yang berani menolong pengemudi yang menjadi korban begal.

“Karena dia (pengemudi lain) takut kalau posisinya nanti dia membantu, preman-preman itu akan menyerang balik ke dirinya, maka dia lebih memilih tutup kaca. Itu memprihatinkan sekali,” tutur Agung.

Agung menyebutkan, kejadian itu masih kerap terjadi di waktu-waktu kini. Hanya saja intensitasnya sudah menurun dibandingkan beberapa tahun lalu.

Mendengar keluhan tersebut, Jokowi pun menghubungi Kapolri melalui sambungan telepon.

Di hadapan para pengemudi truk kontainer, ia meminta Kapolri menindak kriminalitas yang ada di kawasan Terminal Pelabuhan Tanjung Priok.

“Pak Kapolri, selamat pagi. Ini saya di Tanjung Priok, ada keluhan, dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar, pungli, di (Terminal) Fortune, di NPCT One, kemudian di Depo Dwipa, pertama itu,” kata Jokowi.

“Yang kedua juga kalau pas macet, itu banyak driver-driver yang dipalak sama preman-preman. Ini tolong bisa diselesaikan, itu saja,” tuturnya.

Kapolri Sigit pun menyanggupi permintaan Jokowi. “Siap laksanakan Bapak,” kata Sigit dari sambungan telepon. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *