Jargas Masuk Di Aceh Timur Ibu – ibu Rumahtangga Was – Was

AdaBerita.co I Aceh Timur – Penggarapan jaringan gas (jargas) atau city gas di kecamatan Idi Rayeuk dan kecamatan Darul Ihsan kabupaten Aceh Timur yang tersambung ke rumah-rumah warga masih dikhawatirkan keberadaannya.kamis (10/6/2021).

Sejumlah warga yang khawatir pipa gas yang terpasang di rumah berisiko meledak. Kekhawatiran ini muncul dari ibu Indah, warga Idi Rayeuk yang termasuk jaringan gas tahap pertama. Menurutnya, sebagian ibu-ibu rumah tangga belum mengetahui cara penggunaannya.Jum’at (11/6/2021).

“Saya masih bingung bagaimana cara memakainya nanti,” ujarnya kepada media ini saat ditemui di halaman depan rumahnya.

Dia sempat bertemu dengan pihak kontraktor pemasang jargas yang akan rampung pengerjaan pada bulan 11/2021.dengan penerima tahap pertama (lima ribu enam belas orang) Sosialisasinya, jargas sangat aman dan efisien serta ramah lingkungan.Namun Indah masih cemas, sebab jargas dianggap pola hidup yang baru.

“Saya setuju-setuju saja ada jargas. Dipasang gratis. Nanti tidak perlu lagi beli-beli tabung. Tetangga saya banyak juga yang mau pakai jargas, rumahnya minta mau dipasang,” ungkapnya.

Dia sangat berharap, pemerintah segera mengaktifkan jargas agar bisa dinikmati oleh warga masyarakat.

“Maunya sebelum dinyalakan saya diajarkan dulu cara memakainya. Saya benar-benar tidak tahu. Kalau nanti meledak bagaimana.Saya masih bingung,” ujarnya.

Hal yang sama di ungkapkan warga Darul Ihsan Siti. Ibu rumah tangga ini meminta penggarap jargas agar diberi pelindung pada bagian meterannya nanti.

Dia berpikir, kabel pada meteran gas posisinya berada di luar rumah di dalam tanah Seandainya terjadi putus kabel secara sengaja atau tidak sengaja,mesti ada pelindungnya.

“Belum tahu kalau kabel nanti putus apa yang harus saya lakukan.Saya nilai bahaya kalau sampai kabel jargasnya putus. Bisa meledak kali ya.

“Masih takut-takut. Kalau meleduk nanti harus bagaimana, .

Sebagai contoh, seandainya terjadi kecelakaan seperti kebakaran rumah, tercabut atau terserempet, dan terendam banjir, tindakan apa yang mesti diambil.

Pipanya bocor kami harus berbuat apa? Kemana melapornya kalau ada kerusakan? ” tuturnya.

Sementara itu salah seorang pemuda asal Gampong Jawa Dedi mengenai jaringan gas masuk rumah yang sedang dikerjakan oleh PT Adi karya Menurutnya, jargas dianggap barang baru bagi warga Aceh Timur khususnya kecamatan Idi Rayeuk dan Darul Ihsan, meski di luar negeri seperti Jepang dan Korea sudah diterapkan lama.

“Kami belum dapat sosialisasi cara penggunaan. Kami belum dikasih tahu bagaimana cara antisipasi ketika terjadi yang membahayakan seperti apa langkah penyelamatannya,” katanya.

Dia menegaskan,tidak semua orang tahu mengenai fasilitas jargas. Diharapkan, layanan jargas mesti dibuat secara aman. Bukan berarti menjadi efisen pengeluaran uangnya, tetapi keamanannya tidak terjamin.

Lanjutnya Dedi ada beberapa galian untuk pemasangan jaringan gas di kota Idi Rayeuk sudah di tutup kembali namun ada yang masih tertumpuk kayak bukit apa lagi pada jalur dua kota Idi pada bagian pinggir jalan aspal belum sepenuhnya di perbaiki.

Saat beberapa media mengkonfirmasi dari tanggal (10/6) hingga saat ini humas PT Adi karya melalui pesan WhatsApp dan juga via telepon seluler +62 823-6783-xxxx belum memberikan keterangan hingga berita ini di tayangkan.

Editor : DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *